PUI: Organisasi dan Perkembangannya Sejak Berdiri Hingga Pemilu 2009

Emil Permanasari

Abstract


Islamic Community Unity develops in the form of conflict or disintegration, such as: how they choose to leave the members of the Masyumi major party or postpone the implementation of the 4th and 5th Islamic Society Unity Congress (PUI) efforts to explain what is needed. The development of Islamic Unity until the reform era was still in a "silent" position as a dying organization. It was only in the 1999, 2004 and 2009 elections that a number of cadres and congregations of Islamic Unity began to become members of political parties and without hesitation called themselves pilgrims or cadres of Islamic Unity. Islamic Unity chooses the path of conflict resolution by compromise, namely the goal of integration. The paper is a literature study that explains PUI's organization based on its concept and development. The PUI mass organization is a combination of two mass Islamic organizations that grew and were established by West Javanese. The two organizations are Muslim Engagement centered in Majalengka with founding figures Abdoel Halim and Indonesian Islamic Community Association based in Sukabumi with founding figure Ahmad Sanoesi. The process of birth and development of Islamic Unity from 1911-2011 as a mass Islamic organization is a complex matter. Organizationally Islamic Unity is declared an "Independent" organization and is not affiliated with any of the organizations. Focusing on social, educational and religious movements. PUI is a Muslim Community Unity Movement which was formed with the aim and effort to achieve the realization of the Great Islam and happiness of the people.

Keywords: Islamic Community Unity, PUI concept, Islamic organization

Abstrak

Persatuan Umat Islam berkembang dalam bentuk konflik atau disintegrasi, seperti: bagaimana mereka memilih keluar dari anggota partai besar Masyumi atau melakukan pengunduran pelaksanaan Muktamar Persatuan Umat Islam (PUI) ke-4 dan ke-5 upaya untuk menjelaskan hal-hal yang diperlukan. Perkembangan Persatuan Umat Islam hingga era reformasi masih dalam posisi “diam” sebagai organisasi sekarat. Baru pada Pemilu 1999, 2004, dan Pemilu 2009, sejumlah kader dan jama'ah Persatuan Umat Islam mulai menjadi anggota partai politik dan dengan tanpa ragu menyebut diri sebagai jama'ah atau kader Persatuan Umat Islam. Persatuan Umat Islam memilih jalan penyelesaian konflik dengan cara kompromi, yaitu tujuan yang terwujudnya integrasi. Adapun Karya tulis ini merupakan studi literatur yang menjelaskan organisasi PUI berdasarkan konsep dan perkembangannya. Organisasi massa PUI merupakan gabungan dari dua organisasi massa Islam yang tumbuh dan didirikan oleh orang Jawa Barat. Kedua organisasi itu adalah Perikatan Umat Islam berpusat di Majalengka dengan tokoh pendiri Abdoel Halim dan Persatuan Umat Islam Indonesia berpusat di Sukabumi dengan tokoh pendiri Ahmad Sanoesi. Proses kelahiran dan perkembangan Persatuan Umat Islam dari 1911-2011 sebagai organisasi massa Islam merupakan hal yang kompleks. Secara organisatoris Persatuan Umat Islam dinyatakan sebagai organisasi yang “Independen” dan tidak berafiliasi pada salah satu organisasi manapun. Menitikberatkan pada gerakan sosial, pendidikan dan keagamaan. PUI Merupakan Gerakan Persatuan Umat Islam yang dibentuk dengan tujuan dan usaha mencapai terwujudnya Islam Raya dan kebahagian umat. 

Kata kunci: Persatuan Umat Islam, konsep PUI, organisasi Islam

Full Text:

PDF

References


Saefullah, Asep. K.H. Abdul Halim dan Gagasan Pendidikan Ekonomi Berbasis Pesantren, Jurnal Lektur Keagamaan, Vol. 15, No. 1, 2017

Isnaeniah, Erni. Profil Organisasi Wanita Persatuan Ummat Islam (Wanita PUI) Tahun 2000an, Religious: Jurnal Studi Agama-agama dan Lintas Budaya 3, 1 (2018).

Noer, Deliar Noer. Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES. 1982

Noer, Deliar. Pengantar Pemikiran Politik. Cet. III; Jakarta: Rajawali. 1983

Turner, Jonathan H, 1978. The Structur of Sociologi Theory. The Dorsey Press, Chicago, Illonois.

Hernawan, Wawan dan Rosalina, Erba. Politik Dalam Pemikiran K.H. Abdul Halim (1887-1962): Ide dan Gerakan, Jurnal Ushuluddin, Vol. 25 No.2, Juli-Desember 2017.

Wildan Imaduddin Muhammad. Ormas Islam di Jawa Barat dan Pergerakannya: Studi Kasus Persis dan PUI, Analisis, Volume XVI, Nomor 2, Desember 2016.

http://puijabar.org/pui/sejarah-pui (tidak aktif, 4 Juli 2019)

https://www.puijabar.org/p/sejarah-pui.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Persatuan_Umat_Islam

https://albilover.blogspot.co.id/2012/11/sejarah-singkat-persatuan-ummat-islam.html

Ahmad , Khurshid. Islamic Law and Constitution. Lahore: Tp, 1967.

Fauzi, Noor. Memahami Gerakan – Gerakan Rakyat Dunia Ketiga. Yogyakarta: Insist Press, 2005.

Fiderspiel, Howard M. Persatuan Islam, Islamic Reform in Twentieth Century Indonesia. Ithaca: Cornel University, 1970.

Hernawan,Wawan. Seabad Persatuan Ummat Islam (1911-2011). Bandung, Yayasan masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Jawa Barat dan PUI Jawa Baratbekerja sama dengan Divisi CSR Bank Jabar Banten (BJB) Pusat, 2014.

Jalaluddin. Santi Asromo K.H Abdul Halim Studi tentang Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Disertasi IAIN Syarif Hidayatullah, 1990.

Lubis, Nina H. Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika, 2008.

Mintaredja, Syafaat. Islam dan Politik Islam dan Negara di Indonesia. Jakarta: t.p, 1973.

Mu’arif Ambari, Hasan. “Sejarah perkembangan Persatuan Ummat Islam”. dalam Darun Stiady (ed), Revitalisasi Peran PUI dalam Pemberdayaan Ummat. Bandung: Pimpinan Wilayah Persatuan Ummat Islam (PUI) Jawa Barat, 2006.

Shaleh, Anwar. Sejarah Perjuangan Pemuda Persatuan Ummat Islam (PPUI). Bandung: Tp. 1996.

Sjamsuddin, Helius. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak, 2007.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.