Membangun Masyarakat ‘Gemeinschaft’ Islami Sebuah Wacana

Yaya -

Abstract


’The model of gemeinschaft relationship, particulariy its main principle that is unity and solidarity, is a sort of emanation from inner belief of a Muslim. Islam itself commands any Muslim to avoid any kind of pragmatism and opportunism. From the very beginning Islam appeals Muslims to put aside all bad character such as egoísm, selfishness, and nepotism, and otherwise promote altruism, emphaty, and solidarity. This is because human beings cannot live in alienation from other people as they are social beings. They ought to complement each other in satisfying their needs for living. Islam therefore teaches Muslims some moral codes for social interrelationship: (1) brotherhood, (2) equity, (3) tolerance, (4) amr ma’ruf and   nahy munkar, (5) democracy,(6) justice, and (7) equilbrium. These Islamic principies is thought of to insure the so called baldatun thayyibatun wa rabbun ghafúr.

Kata kunci: Da'wah of Hizbiyah, Islamic Gemeinschaft, Discourse

 

Abstrak

Model hubungan gemeinschaft, khususnya prinsip utamanya yaitu persatuan dan solidaritas, adalah semacam emanasi dari keyakinan batin seorang Muslim. Islam sendiri memerintahkan setiap Muslim untuk menghindari segala bentuk pragmatisme dan oportunisme. Sejak awal, Islam meminta umat Muslim untuk mengesampingkan semua karakter buruk seperti egoisme, selfishness , dan nepotisme, dan sebaliknya mempromosikan altruisme, empati, dan solidaritas. Ini karena manusia tidak dapat hidup dalam keterasingan dari orang lain karena mereka adalah makhluk sosial. Mereka harus saling melengkapi dalam memuaskan kebutuhan hidup mereka. Karena itu, Islam mengajarkan kepada umat Islam beberapa kode moral untuk hubungan timbal balik sosial: (1) persaudaraan, (2) kesetaraan, (3) toleransi, (4) amr ma'ruf dan nahi munkar, (5) demokrasi, (6) keadilan, dan (7) ) keseimbangan. Prinsip-prinsip Islam ini dianggap untuk memastikan apa yang disebut baldatun thayyibatun wa rabbun ghafúr.

Kata kunci: Dakwah Hizbiyah, Gemeinschaft Islami, Wacana


Full Text:

PDF

References


Al-Qur’an

Anthony Giddens, Capitalism and Modem Social Theory: An Anaiysis of Writing of Marx, Drkheim, and Marx Weber, terj. oleh Soeheba Kramadibrata, Universitas Indonesia Press, Jakarta, 1985.

Barmawi Umary, Materia Akhlak, Ramadhani, Solo, 1988,

Emile Durkheim, AturanAturan Metode Sosiologi, terj. Soerjono Soekanto, Jakarta: Rajawali Pers, 1985.

Ferdinan Tonies dan Charles P. Loomis, Gemeinschaft and Gesellschaft, reading in Sociology, . cet. Ke-5, Barnes & Noble Colloge Oudine Series. 1960.

Irving M. Zeidin, Rethinking Sociology, terj. Anshori, Drs. Dan Juanda, Drs. Gajah Mada Universitas Press, Jogjakarta, 1988.

Jusman Iskandar, Strategi Dasar Membangun Kekuatan Masyarakat, Bandung: Program Pascasarjana IAIN SGD, 2003

Kartini Kartono. Dr., Patologi Sosial 3, Rajawali Pers, Jakarta, 1997.

Lewis Coser, The Fungsional of Social Conflict The Press, New York, 1956.

Soerjono Soekanto, Sosiologi S uatu Penganíar, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1999.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.